Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


APBN 2019

Adil, Sehat, dan Mandiri
Mendorong Investasi dan Daya Saing Indonesia Melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia

Tema besar APBN Tahun Anggaran 2019 adalah “Adil, Sehat, dan Mandiri”. Sehat artinya APBN memiliki defisit yang semakin rendah dan keseimbangan primer menuju positif. Adil karena APBN digunakan sebagai instrumen kebijakan meraih keadilan, menurunkan tingkat kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan mengatasi disparitas antarkelompok pendapatan dan antarwilayah.

Dari sisi kemandirian APBN Tahun Anggaran 2019 dapat dilihat dari penerimaan perpajakan yang tumbuh signifikan sehingga memberikan kontribusi dominan terhadap pendapatan negara serta mengurangi kebutuhan pembiayaan yang bersumber dari utang. Dengan APBN yang Sehat, Adil dan Mandiri diharapkan kebijakan fiskal akan mampu merespon dinamika volatilitas global, menjawab tantangan dan mendukung pencapaian target-target pembangunan secara optimal.

ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO
#APBN2019

(triliun rupiah)
POSTUR ANGGARAN #APBN2019
(triliun rupiah)

PENDAPATAN NEGARA

Target pendapatan negara di tahun 2019 merupakan target yang optimal namun tetap realistis untuk mendorong redistribusi pendapatan dan menjaga iklim investasi yang sehat.

PENERIMAAN PERPAJAKAN

(triliun rupiah)

PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

(triliun rupiah)

BELANJA PEMERINTAH PUSAT

(triliun rupiah)

 

Belanja Pemerintah Pusat naik Rp27,0 T dari RAPBN 2019. Terdiri dari kenaikan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp15,2 T dan penurunan belanja Non-K/L Rp11,8 T.

ANGGARAN PENDIDIKAN

(triliun rupiah)

ANGGARAN KESEHATAN

(triliun rupiah)

ANGGARAN INFRASTRUKTUR

(triliun rupiah)

TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA

(triliun rupiah)

 

Pada APBN 2019 dialokasikan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp826,77 triliun. TKDD tersebut terdiri dari Transfer ke Daerah sebesar Rp756,77 triliun dan Dana Desa sebesar Rp70,0 triliun.

DEFISIT APBN 2019

(triliun rupiah)
  1. APBN tahun 2019 mengalami defisit sebesar Rp296,0 triliun atau sebesar 1,84 persen terhadap PDB (sama dengan defisit RAPBN tahun 2019).
  2. Upaya menjaga keberlanjutan fiskal juga terlihat dari defisit keseimbangan primer yang mendekati nol sebesar minus Rp20,1 triliun. Tren penurunan menuju positif ini memberikan bukti kuat, sekaligus sinyal positif bahwa pengelolaan APBN selama ini telah berada pada jalur positif.
  3. Rasio defisit APBN dan defisit keseimbangan primer ini merupakan yang terendah sejak tahun 2013.

PEMBIAYAAN ANGGARAN

(triliun rupiah)

 

Untuk menutup defisit APBN tahun 2019, pembiayaan anggaran sebesar Rp296,0 triliun atau turun 5,8 persen dari outlook APBN tahun 2018. Pembiayaan anggaran berasal dari pembiayaan utang baik berupa Surat Berharga Negara (SBN) Konvensional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), pembiayaan utang tersebut tumbuh negatif sebesar minus 7,3 persen dari outlook APBN tahun 2018. Selain itu pembiayaan anggaran juga untuk kegiatan investasi. Pembiayaan investasi tahun 2019 ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, infrastruktur, dan daya saing ekspor serta peran Indonesia di dunia internasional.

APBN adalah #UangKita.
Uang rakyat Indonesia yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

     

Kawal pelaksanaan APBN dengan #APBNkita
Partisipasi aktif masyarakat berperan penting dalam pengawasan program dan kinerja pemerintah untuk penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik. Menemukan penyalahgunaan Anggaran? LAPORKAN!

DATA APBN

Informasi APBN 2019

aa

Informasi APBN 2018

aa

Informasi APBN 2017

aa

Daftar UU APBN
& Nota Keuangan

aa

Kawal Pelaksanaan
#APBNkita

aaa