Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Perkembangan 2014

Perkembangan Implementasi Balanced Scorecad Kementerian Keuangan 2014

Implementasi sistem manajemen kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setiap tahun terus mengalami penyempurnaan. Memasuki tahun ke-8 implementasinya, pengelolaan kinerja Kementerian Keuangan diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

           Pada tahun 2013, telah dihasilkan Blueprint Transformasi Kelembagaan, dimana salah satu keluarannya yaitu perubahan visi dan misi Kemenkeu. Perubahan visi dan misi tersebut tentunya menjadi acuan dalam penyempurnaan (refinement) peta strategi, Sasaran Strategis (SS), dan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2014.

Visi dan Misi                     

sumber: cetak biru Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan (2013)

           Refinement tahun 2014 mengacu pada dokumen Kebijakan Strategis Kementerian Keuangan (KSKK) 2014-2024, hasil diskusi dengan pimpinan dan manajer kinerja, serta eksekusi strategi yang menjadi prioritas dan fokus (Rencana Kerja) pada tahun 2014.

           Bermula pada pertengahan Oktober 2013, Pushaka bersama Manajer Kinerja Organisasi dan Tim Konsultan Mc Kinsey melakukan brainstorming terhadap peta strategi dan IKU Kemenkeu-Wide tahun 2013. Menurut Tim Konsultan, jumlah SS dan IKU tahun 2013 masih relatif banyak, yaitu 14 SS dan 37 IKU. Banyaknya SS dan IKU tersebut dipicu oleh dorongan yang cukup kuat dari setiap unit eselon I agar tugas dan fungsi mereka tergambar pada peta strategi Kemenkeu-Wide.

           Terkait hal tersebut, pada pertengahan bulan November, Pushaka bersama Manajer Kinerja Organisasi mulai menyusun konsep peta strategi dan IKU K-Wide tahun 2014 dengan fokus pada perampingan jumlah SS dan IKU (streamline). Streamlining IKU dititikberatkan pada beberapa hal seperti: (1) IKU diprioritaskan pada IKU yang lebih challenging dan berkualitas baik, yaitu bersifat outcome dan diupayakan mengukur pencapaian SS secara exact; dan (2) berada pada rentang jumlah yang relatif mudah untuk dikelola/ monitor.

           Selain itu, rumusan SS dan IKU harus tetap challenging, namun tetap achievable. Artinya, SS dan IKU yang disusun tetap dapat dicapai sesuai dengan kemampuan/kondisi realistis Kemenkeu saat ini (best fit) dan tetap komitmen pada milestone (destination statement) menuju best practice. Ini sejalan dengan hasil diagnosis Transformasi Kelembagaan Kemenkeu oleh Tim Konsultan McKinsey.

           Berdasarkan hasil streamlining IKU dan pembahasan para pimpinan Kemenkeu, dihasilkan konsep Peta Strategi K-Wide Tahun 2014 yang terdiri dari 11 SS dan 21 IKU. Selanjutnya, konsep peta strategi tersebut ditetapkan oleh Menteri Keuangan pada tanggal 9 Januari 2014 dengan ditandatanganinya Komitmen Kinerja Menteri Keuangan, Kontrak Kinerja Wakil Menteri Keuangan dan seluruh Pejabat Eselon I.

           Selanjutnya, penandatanganan kontrak kinerja seluruh pegawai baik di lingkungan Kantor Pusat maupun kantor vertikal ditargetkan selesai paling lambat tanggal 31 Januari 2014. Dalam rangka persiapan kontrak kinerja tersebut, diterbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Keuangan nomor SE-37/MK.1/2013 tentang Pedoman Penyusunan Kontrak Kinerja Pegawai Tahun 2014 Di Lingkungan Kementerian Keuangan.
 

Peta Strategi Kemenkeu-Wide tahun 2014

Peta Strategis Kemenkeu 2014