Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Optimalkan Penggunaan Anggaran Melalui RK- BMN

Jakarta, 08/11/2017 Kemenkeu – Pelaksanaan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RK-BMN) merupakan salah satu bentuk pengintegrasian antara uang dengan barang. Hal ini diungkapkan Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Encep Sudarwan dalam sambutannya saat membuka acara Focus Group Discussion Perencanaan Kebutuhan BMN bertempat di Aula lantai 5 Gedung DJKN pada Senin (06/11).

Dikutip dari laman DJKN, “Dalam perencanaan kebutuhan BMN, seluruh Kementerian/Lembaga harus memperhatikan BMN yang sudah dimiliki dan BMN yang idle, oleh sebab itu implementasi RK-BMN  akan berimbas pada optimalisasi penggunaan anggaran. Anggaran yang ada bisa dialokasikan ke pos lain yang lebih penting dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,”ungkap Direktur BMN. Untuk dapat mengimplementasikan RK-BMN, Direktur BMN mengatakan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya sinkronisasi proses perencanaan dengan penganggaran pembangunan nasional. 

Lebih lanjut, Direktur BMN menyampaikan pokok penguatan tersebut dijabarkan dalam bentuk pembahasan bersama pengalokasian dana antara  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, serta  fokus Bappenas pada alokasi  prioritas. Selain itu perkuatan implementasi money follows program dilakukan dengan pengendalian dengan cara menajamkan  prioritas nasional, memastikan  pelaksanaan  program sampai ke level proyek  dan menajamkan  integrasi sumber pendanaan antara belanja Kementerian/Lembaga (K/L), belanja Non K/L,  Belanja Transfer ke Daerah, Pinjaman dan Hibah Luar Negeri, BUMN, Pembiayaan Investasi Non Anggaran  dan Swasta. (DJKN/hr/rsa)