Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Negara hadir mewujudkan cita-cita bangsa untuk melindungi, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk merealisasikannya, pemerintah membuat sebuah perencanaan matang dari sisi anggaran dan pembangunan nasional yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Setiap tahun, pemerintah menetapkan APBN melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). APBN memuat alokasi belanja negara disertai pemenuhannya melalui pendapatan negara maupun pembiayaan. Ibarat sebuah bahtera, APBN seolah bahan bakar yang menentukan kemana kapal dapat berlayar hingga akhirnya mampu berlabuh. APBN menjadi motor penggerak meraih tujuan bangsa wujudkan masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

#SadarAPBN adalah upaya untuk mengajak masyarakat memahami anggaran negerinya. Setelah meningkatkan kesadaran, diharapkan masyarakat dapat aktif memberikan kontribusi langsung kepada negeri. Kontribusi ini tidak hanya mengetahui dan mengawasi pengeluaran yang tercatat pada Belanja Negara, dan juga aktif memberi kontribusi pada Pendapatan Negara. Banyak dari kita tidak menyadari, bahwa apa yang sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-harinya adalah bagian dari #SadarAPBN.

Apa saja hal-hal tersebut?


 
 

Berinvestasi di Negeri Sendiri

Indonesia menganut kebijakan ekonomi ekspansif, artinya belanja negara akan lebih besar dari penerimaan negara sebagai upaya menggenjot ekonomi. Nantinya, selisih pemenuhan kebutuhan belanja akan ditutup dengan pembiayaan, salah satunya melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Penerbitan SBN dapat berarti negara berutang kepada rakyatnya sendiri. Skema utang ini lebih aman, karena Indonesia tidak akan terdampak besar jika terjadi gejolak global yang menyebabkan “larinya uang” dari Indonesia. Masyarakat dapat berpartisipasi membangun negeri melalui pembelian ORI, Sukuk Ritel dan Savings Bond Ritel yang masuk dalam skema #PembiayaanSehat. Masyarakat yang berinvestasi di negeri sendiri berarti #SadarAPBN.

Sadar Pajak

Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 250 juta jiwa. Hanya, 32,77 juta jiwa (2016) yang terdaftar memiliki NPWP. Berdasarkan jumlah tersebut, Wajib Pajak yang melaporkan SPT Tahunan hanya 12,5 juta jiwa (2016).

Ini berarti tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan melaporkan SPT Tahunan masih rendah. Padahal pajak merupakan tulang punggung negara yang berkontribusi menyumbang lebih dari 85% pendapatan negara pada #APBN2017. Masyarakat yang taat melaksanakan kewajiban pajaknya, seperti memiliki NPWP, membayar pajak, melaporkan SPT Tahunan dengan tepat waktu artinya #sadarPajak dan sudah pasti #SadarAPBN.

Jadi Pengusaha

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah melansir data olahan Badan Pusat Statistik yang menyimpulkan adanya pertambahan jumlah pengusaha, dari sebelumnya 1,6% menjadi 3,1% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Manfaat dari seeorang berwirausaha antara lain adalah menyediakan lapangan pekerjaan yang berdampak pada kurangnya pengangguran. Selain itu, output perkapita nasional dapat meningkat karena munculnya usaha baru yang juga meningkatkan ekonomi nasional dan pendapatan masyarakat.

Semakin banyaknya pengusaha, maka akan mampu menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menciptakan kepastian pendapatan.

Artinya berdampak pada pergerakan ekonomi di suatu negara. Dengan ekonomi yang bertumbuh, akan memberikan peningkatan pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pengusaha berkontribusi dalam pendapatan negara dari sisi membayar pajak, dengan seseorang menjadi pengusaha artinya #sadarAPBN.

Kawal Pembangunan Negeri

Anggaran infrastruktur dalam #APBN2017 meningkat secara signifikan. Sasarannya untuk pembangunan 836 kilometer jalan, 10.198 meter jembatan, 13 bandara baru/lanjutan, 61 lokasi pelabuhan laut, 710 km’sp jalur kereta api, dan 3 lokasi terminal penumpang. Pembangunan infrastruktur adalah proses berkesinambungan yang tidak hanya melibatkan pendanaan yang sangat besar tetapi juga waktu yang tidak sebentar, karenanya memerlukan dukungan penuh dari seluruh masyarakat.

Selain banyak membangun infrastruktur, Indonesia juga tengah membangun dari pinggiran. Tercatat dalam APBN 2017, dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa dialokasikan sebesar Rp764,9 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan belanja Kementerian/Lembaga yang sebesar Rp763,5 triliun, termasuk didalamnya peningkatan alokasi Dana Desa dari Rp47 triliun menjadi Rp60 triliun.

Oleh karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dapat mengawasi pelaksanaanya. Dengan kita #kawalAPBN kita #SadarAPBN.

Subsidi Tepat Sasaran

Pada #APBN2017, program pengelolaan subsidi dianggarkan 160,1 triliun. Anggaran ini harus dapat digunakan sesuai sasaran subsidi, yaitu kepada masyarakat miskin.

Komitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara diwujudkan dalam reformasi struktural. Realokasi belanja pada subsidi energi secara signifikan kepada belanja yang bersifat prioritas dan mandatory, yaitu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Subsidi dialokasikan untuk meringankan beban masyarakat dalam memperoleh kebutuhan dasarnya. Oleh karena itu penyaluran subsidi harus tepat sasaran. Semakin efektif dan berkualitas Belanja Negara semakin cepat tercapai Indonesia yang adil dan makmur. Dengan masyarakat berlaku jujur dan tidak menikmati subsidi yang bukan menjadi hak-nya, mereka mendukung #SubsidiTepatSasaran yang artinya #SadarAPBN.

Bangga Produk Lokal

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Brutto sebesar 61,41% dan memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja sebanyak 97%. Bangga menggunakan produk negeri sendiri akan mendorong pelaku usaha dalam negeri meningkatkan kualitas produknya. Sehingga produk dalam negeri akan dapat bersaing dengan produk dari luar negeri. Selain itu, ini juga dapat menekan angka impor barang non produksi sehingga dapat membantu meningkatkan neraca perdagangan Indonesia.

Krisis global terdahulu, telah mengajarkan kita untuk mandiri secara ekonomi. Mengoptimalkan pasar dalam negeri dengan menggunakan produk yang dihasilkan di negeri sendiri adalah salah satu cara menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.
Dengan konsumsi produk lokal yang lebih tinggi, juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, berdampak kepada APBN yang terus meningkat dimana anggarannya dapat ditingkatkan untuk pembangunan produktif. Dengan kita #BanggaProdukLokal, kita #SadarAPBN.

Jaga Aset Negara

Banyak Barang Milik Negara (BMN) yang mengalami kerusakan. Padahal BMN menganggur bahkan rusak adalah aset yang membutuhkan anggaran untuk perbaikan atau pembelian kembali. Ini menambah beban bagi APBN.

Fasilitas umum milik negara disediakan untuk meningkatkan kenyamanan berkehidupan di Indonesia. Fasilitas tersebut adalah aset yang dibeli dari APBN. Dengan ikut menjaga BMN, maka kerusakannya dapat ditekan dan memberi pengaruh positif pada APBN. Dengan kita #JagaAsetNegara kita #SadarAPBN.

Tanam Cabai Sendiri

Data Bank Indonesia menyebutkan, kenaikan harga cabai adalah sumber utama permasalahan inflasi sampai akhir tahun 2016. Inflasi menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menjaga perekonomian, karena berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Padahal, langkah kecil dari kita dapat membantu menekan angka inflasi tahunan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah mencanangkan Gerakan Tanam Cabai. Dengan kita menanam cabai, kita membantu menekan laju inflasi. #SadarAPBN.

Pahami Ketentuan Bea Masuk

Sering bepergian keluar negeri? Tahukah anda apabila membawa uang tunai senilai Rp100 juta atau lebih atau uang asing yang setara dengan itu wajib melapor kepada petugas bea dan cukai setempat, dan jika dalam bentuk mata uang rupiah harus disertai izin pembawaan mata uang dari Bank Indonesia.

Selain itu, membawa minuman beralkohol hanya diperbolehkan sebanyak 1 liter, serta maksimal membawa 200 batang rokok/ 25 cerutu/ 100 gram hasil tembakau lainnya.

Setiap negara memiliki aturan yang berbeda tentang pembawaan barang dari luar negeri. Begitupun dengan pemerintah Indonesia yang menerapkan pembebasan Kewajiban Pabean serta Pajak Dalam Rangka Impor Lainnya, jika barang bawaan penumpang kurang dari FOB US$250 per orang atau FOB US$1.000 per keluarga dengan maksimal 4 anggota keluarga. Pahami lebih lanjut ketentuan bea masuk disini.

Dengan kita memahami ketentuan Bea Masuk #sadarBeaMasuk, kita #SadarAPBN.

Bangga Pariwisata Indonesia

#WonderfulIndonesia adalah kampanye untuk memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia yang diusung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sektor pariwisata memiliki peran penting untuk menunjang perekonomian Indonesia.

Kemenpar menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional meningkat dari 9-10% saat ini menjadi 15% pada 2019. Sedangkan devisa dari sektor pariwisata ditargetkan meningkat dari Rp 140-150 triliun menjadi Rp 280 triliun pada 2019. Kontribusi sektor pariwisata terhadap kesempatan kerja diproyeksikan meningkat dari 11-12 juta menjadi 13 juta pada 2019.

#sadarAPBN dapat dimulai dengan anda berwisata di dalam negeri dan turut serta mempromosikannya. Dengan demikian, masyarakat turut membantu menggerakkan perekonomian daerah wisata tersebut dan berdampak positif pada penerimaan negara dan devisa negara. Jangan lupa untuk menjaga keindahan alam Indonesia. Sehingga generasi berikutnya bisa merasakan bangganya berwisata di dalam negeri.

Dengan kita bergotong royong turut menjaga dan mempromosikan destinasi wisata Indonesia #WonderfulIndonesia, kita #SadarAPBN.

#SadarAPBN dapat dimulai dengan membagikan informasi ini kepada rekan Anda:

 

     
 

Pahami Anggaran Negerimu

APBN 2017 disusun secara lebih realistis, kredibel, berkualitas dan berkelanjutan sehingga ke depan dapat menjadi instrumen dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa.

 
APBN 2017

Kontribusi Uang Pajak ke APBN 2017

 Uang pajak dari masyarakat akan di kelola sebaik-baiknya oleh negara. Untuk mengetahui kemana kontribusi uang pajak anda, dapat anda lakukan melalui fitur interaktif ini.

 
Kontribusi Uang Pajak Anda

Kawal Pelaksanaan APBN

 Partisipasi aktif masyarakat berperan penting dalam pengawasan program dan kinerja pemerintah untuk penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik. Menemukan penyalahgunaan Anggaran? LAPORKAN!

LAPOR!