Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Program Unggulan

Quick Wins Transformasi Kelembagaan

 
Awal tahun 2015, dalam program Transformasi Kelembagaan CTO dan PMO Unit Eselon I telah mengidentifikasi beberapa inisiatif quickwins yang merupakan program unggulan yang dapat diselesaikan dengan cepat dan memberikan hasil dalam waktu singkat sebagai bukti berjalannya transformasi. Beberapa dari inisiatif quickwins tersebut telah selesai dilaksanakan, yaitu:
1 Peningkatan kapasitas kring pajak
 

Tiga pengembangan utama dalam inisiatif ini adalah penambahan jumlah agent call center yang awalnya berjumlah 54 agent menjadi 120 agent. Agent yang baru  harus mengikuti program Akademi Kring Pajak selama 6 bulan agar siap menjadi agent profesional. Pengembangan kedua adalah standardisasi alur interaksi agar agent memiliki keseragaman dalam memberikan layanan yang profesional dan berkualitas. Pengembangan ketiga adalah penambahan fitur Interactive Voice Response (IVR) sehingga penelpon dibagi menjadi dua kategori: yang memiliki NPWP dan tidak memiliki NPWP. Segmentasi ini berfungsi untuk mempermudah klasifikasi penelpon dan memberikan informasi yang tepat sasaran bagi Wajib Pajak sesuai dengan hak dan kewajibannya

 

Perbedaan pelayanan oleh Agent Kring Pajak 1500200

2 Kantor Modern DJBC 2.0.
  Sebagai upaya untuk menurunkan dwelling time atau waktu tunggu barang impor di pelabuhan laut, Kementerian Keuangan melaksanakan inisiatif piloting pembentukan kantor modern DJBC 2.0 yang memuat berbagai terobosan, antara lain:
  • mendorong importir jalur prioritas untuk lebih memanfaatkan fasilitas prenotification;
  • melakukan piloting penyampaian dokumen pelengkap pabean secara elektronik;
  • mempersingkat waktu penyerahan hardcopy, pemeriksaan fisik, dan mengoptimalkan pemanfaatan Hico Scan X-ray Container; dan
  • melaksanakan piloting pemanfaatan layanan 24/7.

Terobosan-terobosan yang diujicobakan pada kantor modern 2.0 tersebut telah menghasilkan penurunan dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok yang cukup signifikan, yaitu dari 7,9 hari pada Januari 2013 menjadi 5,6 hari pada  Oktober 2014.

 

Diagram Penurunan dwelling time dari Januari 2013 s.d. November 2014

3 Modul Penerimaan Negara Generasi 2 atau MPN G2.
  MPN G2 adalah sistem elektronik yang terintegrasi untuk pengelolaan penerimaan negara sehingga memberikan kemudahan bagi wajib pajak, wajib bayar, dan wajib setor agar semua setoran dapat diaplikasikan dengan cepat dan mudah melalui internet banking, mobile banking, mesin edc maupun setor melalui teller bank. Sistem MPN G-2 ini juga secara otomatis akan memberikan fleksibilitas, akurasi, kecepatan, keamanan, dan akuntabilitas.

Pada akhirnya, MPN G-2 akan memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk mengetahui langsung jumlah penerimaan negara karena dengan MPN G-2, penerimaan negara dapat diketahui secara online dan real time.

 

Diagram Proses Bisnis Penerimaan Setoran dengan MPN G-2

4 Arsitektur dan Informasi Kinerja dalam RKAKL (ADIK).
  Arsitektur dan Informasi Kinerja dalam RKAKL (ADIK) merupakan output dari inisiatif penataan arsitektur anggaran yang terfokus pada outcome. Inisiatif ini mengubah paradigma dalam proses penyusunan rencana anggaran, dari berbasis jenis belanja (input based) menjadi berbasis outcome (performance based budgeting). Penerapan sistem penganggaran berbasis outcome ini akan diawali dengan penataan arsitektur kinerja dalam dokumen RKAKL. Selanjutnya, akan diikuti dengan penguatan dan penajaman informasi kinerja. Melalui langkah penataan ini diharapkan pengalokasian dana di dalam RKAKL semakin jelas, relevan, dan terukur sehingga mampu meningkatkan value for money bagi stakeholder.
5 Sistem Informasi Manajemen Pengadaan Langsung atau SIMPeL.
  Untuk mengefisienkan proses pengadaan dan pengelolaan aset, Kementerian Keuangan telah mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengadaan Langsung (SIMPeL). Dengan SIMPeL, Pengadaan Langsung menjadi lebih transparan dan akuntabel.  Sistem ini dibangun untuk memfasilitasi proses administrasi pengadaan langsung secara elektronik  dan mengelola database hasil pengadaan langsung.  SIMPel menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk penyusunan laporan manajerial seperti spending analysis, analisa standard biaya, laporan pelaksanaan pengadaan langsung. Selain itu, SIMPeL memudahkan auditor dalam melakukan pengawasan atas pelaksanaan pengadaan langsung. SIMPeL pun dapat menyajikan data referensi penyedia pengadaan langsung.
6 E-Auction.
  Kementerian Keuangan telah menerapkan sistem berbasis elektronik dalam mewujudkan lelang  yang lebih efisien, transparan dan akuntabel melalui suatu aplikasi e-auction. Dengan aplikasi ini, proses lelang menjadi lebih cepat, efisien dan optimal. Cepat, karena para peserta menyampaikan penawarannya dalam hitungan detik. Kemudian, efisien, karena peserta tidak perlu datang ke tempat lelang, dan cukup mengajukan penawarannya melalui  email. Optimal, karena penawaran yang terbentuk merupakan yang tertinggi, karena setiap penawar mengajukan penawaran berdasarkan penawaran berdasarkan kemampuannya. E-auction terdiri dari lelang email dan lelang internet. Lelang email sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia. Lelang internet telah diuji coba dan akan dilaksanakan di seluruh Indonesia pada tahun 2015.
 

Wakil Menteri Keuangan Beserta para Pejabat Eselon I Mengunjungi Booth Program Transformasi Kelembagaan, dan Mendengarkan secara Seksama mengenai Capaian Quickwins dari Masing-masing Tema Program Transformasi Kelembagaan