Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Transformation Office

Transformation Office

 

Transformation Office merupakan bagian penting dalam proses manajemen perubahan. Tujuan dibentuknya transformation office adalah untuk memastikan, mengawal, dan mendorong implementasi inisitif-inisiatif strategis yang telah ditetapkan dalam cetak biru propgram Transformasi Kelembagaan (TK) Kementerian Keuangan. Central Transformation Office (CTO) bertugas di tingkat Kementerian dan pada masing-masing unit eselon I dibentuk Project Management Office (PMO).

Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan 87 inisiatif-inisiatif program TK yang diidentifikasi dalam Cetak Biru program TK Kementerian Keuangan, CTO dibentuk dan melaporkan langsung progres program TK kepada Menteri Keuangan.  CTO bertanggung jawab dalam mendukung dan mengoordinasikan implementasi inisiatif TK keseluruhan di seluruh unit Eselon I: Sentral (Setjen, Itjen, dan BPPK) DJP, DJBC, Penganggaran (DJA dan DJPK), dan unit-unit yang memiliki fungsi Perbendaharaan (DJPB, DJKN, dan DJPPR).

Secara garis besar, peran CTO dalam program TK diantaranya:

•  Koordinasi dengan PMO untuk penyusunan laporan perkembangan implementasi inisiatif TK (Menggunakan project management tools).

•  Memberikan dukungan manajemen yang handal dalam rangka memastikan kesuksesan implementasi seluruh inisiatif Transformasi kelembagaan

•  Mendukung pengambilan keputusan pimpinan yang cepat tanpa halangan birokrasi dan hirarki Pemerintah;

•  Menciptakan transparansi dengan memantau implementasi dan kinerja dari sejumlah prioritas transformasi utama;

•  Membantu memecahkan situasi problematis dan mengambil tindakan korektif guna mengatasi kinerja yang buruk (jika perlu);

•  Mendukung keterlibatan stakeholder internal dan eksternal.

Untuk melaksanakan peran tersebut, CTO diketuai oleh Sekretaris Jenderal, dan sebagai Ketua Pelaksana Harian CTO adalah Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang OBTI. Anggota CTO terdiri dari 12 orang dengan struktur sebagai berikut:

Pada masing-masing unit Eselon I, dibentuk PMO untuk melaporkan langsung perkembangan implementasi program Transformasi Kelembagaan kepada Pimpinan unit eselon I.  PMO memainkan peran yang lebih aktif atas implementasi inisiatif dan pelibatan pegawai di lini depan. PMO bertanggung jawab untuk mendukung dan mengoordinasikan implementasi Inisiatif-inisiatif Program Transformasi di masing-masing unit Eselon I dan II. Serupa dengan CTO, PMO akan memiliki peran dan tujuan yang berbeda dari pemilik inisiatif program TK.

 

Mengapa Perlu Adanya Unit Khusus yang Menangani Perubahan?
Adanya fakta bahwa transformasi berskala besar cenderung gagal